Slawi – Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tegal masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Senin (10/08/2026).
Prosesi pelantikan diawali pengukuhan Pengurus Mabicab oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, S. Budi Prayitno, dengan menetapkan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman sebagai Ketua Mabicab. Usai dikukuhkan, Ischak Maulana Rohman melantik jajaran Pengurus Kwarcab dan LPK Kwarcab Gerakan Pramuka Tegal untuk lima tahun ke depan.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tegal, Nilna Almuna, menegaskan bahwa kepengurusan baru ini mengemban amanah besar untuk membawa Gerakan Pramuka semakin relevan dengan dinamika zaman.
”Pelantikan ini titik awal dari komitmen, tanggung jawab, dan amanah besar di pundak kita semua. Di tengah arus digitalisasi dan perubahan pola interaksi sosial, Kwarcab Tegal harus hadir sebagai organisasi yang adaptif, berintegritas, dan solutif,” ujar Nilna.
Ia menambahkan, Kwarcab Tegal akan menyelaraskan program kepramukaan dengan visi pembangunan Pemkab Tegal melalui penguatan sumber daya manusia unggul, literasi digital, optimalisasi Pramuka Peduli, serta pembentukan karakter generasi muda. Nilna mengajak seluruh jajaran untuk menghilangkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi internal.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menekankan bahwa Pramuka merupakan wahana pendidikan nonformal yang efektif dalam membentuk karakter, disiplin, dan rasa cinta tanah air.
”Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari fisik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari pembangunan manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing,” kata Ischak.
Ischak berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan relevan tanpa mengesampingkan nilai Trisatya dan Dasa Darma. Pemkab Tegal, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh berbagai program Pramuka demi mewujudkan visi Kabupaten Tegal yang Maju dan Tangguh melalui sinergi lintas sektor.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kwarda Jawa Tengah, S. Budi Prayitno, mengingatkan tantangan Gerakan Pramuka di tengah kondisi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Ia menekankan pentingnya menjaga nilai akar budaya bangsa seperti gotong royong dan sikap saling menghargai perbedaan.
”Pramuka harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui aksi nyata dengan prinsip asah, asih, dan asuh. Setitik bakti jauh lebih bermakna daripada sejuta kata,” pungkas Budi. (Humas_1128)

