
SLAWI – Kegiatan kepramukaan dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, dan kepedulian pada peserta didik. Hal itu menjadi salah satu pesan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal saat menghadiri Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) SLB Manunggal Slawi.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kwarcab Kabupaten Tegal, Kak Edi Sucipto, hadir mewakili Ketua Kwarcab Kabupaten Tegal Kak Nilna Almuna dalam kegiatan yang digelar di SLB Manunggal Slawi, Jumat (28/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kak Edi memberikan apresiasi kepada SLB Manunggal Slawi yang telah menyelenggarakan Perjusa dengan mengusung tema “Langkah Berani, Hati Mandiri, Bersama Menginspirasi”.
Menurut Kak Edi, kegiatan Perjusa seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas berkemah dan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman bagi peserta untuk belajar menghadapi tantangan sekaligus membangun karakter.
“Jadikan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk belajar menjadi anak yang berani, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli kepada sesama,” kata Kak Edi saat menjadi pembina upacara api unggun.
Kak Edi mengatakan setiap anak memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda. Karena itu, perbedaan maupun keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa tidak mampu berkembang.
“Jangan pernah merasa bahwa perbedaan atau keterbatasan membuat kalian tidak mampu melakukan sesuatu yang hebat. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.
Dia menilai proses membangun kemandirian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Keberanian untuk mencoba, belajar melakukan sesuatu sesuai kemampuan, dan tidak mudah menyerah merupakan bagian dari proses tersebut.
“Mungkin hari ini belum bisa. Mungkin harus mencoba berkali-kali. Karena setiap langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah sebuah kemajuan,” jelasnya.
Selain membangun kemandirian, Kak Edi menekankan pentingnya nilai kebersamaan dalam kegiatan Pramuka. Menurutnya, anggota Pramuka tidak dididik untuk berjalan sendiri, melainkan belajar saling membantu, menyemangati, dan menghargai.
Pesan itu dia sampaikan melalui simbol api unggun yang menjadi bagian dari kegiatan Perjusa.”Api unggun menjadi simbol semangat, keberanian, persahabatan, persatuan, dan harapan. Api yang kecil apabila dijaga bersama akan tetap menyala dan memberikan cahaya,” ungkapnya.
Kak Edi berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Perjusa dapat diterapkan peserta setelah kembali ke sekolah maupun rumah.Dia juga mengajak para peserta untuk berani bermimpi dan menjadi versi terbaik dari diri mereka masing-masing.
“Berani melangkah, berani mencoba, berani mandiri, berani bermimpi, dan berani menjadi versi terbaik dari diri kalian,” pesan kak Edi.
Kwarcab Tegal berharap kegiatan seperti Perjusa dapat terus menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Tidak hanya keterampilan kepramukaan yang diperoleh, tetapi juga keberanian untuk berkembang dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
