TEGAL – Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Kabupaten Tegal sukses menyelenggarakan Jambore Penggalang di Komplek Masjid Alhuda Mansurin, Bogares, Kecamatan Pangkah, Minggu (10/5). Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak kader pramuka yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kemandirian yang kuat.
Dibawah tema “Pramuka Sako Persada Nusantara Cabang Tegal yang Berakhlakul Karimah, Alim dan Faqih Serta Mandiri”, acara ini diikuti oleh ratusan peserta usia 11 hingga 15 tahun dari berbagai gugus depan di wilayah Kabupaten Tegal.

Fokus pada Kesiapsiagaan Darurat
Salah satu materi unggulan dalam jambore kali ini adalah simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan evakuasi medis. Dipandu oleh Dr. Ahmad Rosidi dan Hasyim, para peserta penggalang dilatih melakukan penanganan patah tulang menggunakan bidai (spalk) serta teknik evakuasi korban menggunakan tandu.
Ketua Sako SPN Kabupaten Tegal, Suharto, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya menekankan bahwa keterampilan bertahan hidup dan menolong sesama adalah marwah dari gerakan pramuka.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota penggalang Sako SPN memiliki kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi situasi darurat. Karakter ‘Alim dan Faqih’ harus dibarengi dengan kemandirian serta kemanfaatan bagi lingkungan sekitar,” ujar Suharto.

Kurikulum Kepanduan yang Komprehensif
Sejak pagi hari pukul 07.00 WIB, peserta telah mengikuti rangkaian jadwal yang padat. Mulai dari materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk melatih kedisiplinan, hingga Scouting Skill yang diisi oleh Adha Mashuri, S.Pd.
Tak hanya soal fisik, panitia juga menyisipkan sesi Ice Breaking dan permainan yel-yel untuk menjaga kesehatan mental dan kekompakan tim. Penanggung jawab materi Ketangkasan Penggalang, Tri Agung Y, S.Pd, MM, menyebutkan bahwa dinamika kelompok dalam jambore ini dirancang untuk mengasah kepemimpinan (leadership) sejak dini.

Membangun Negeri dari Desa
Pemilihan lokasi di area Bogares juga menjadi simbol bahwa pembinaan karakter bangsa bisa dimulai dari titik mana pun, termasuk dari lingkungan masjid dan komunitas desa.
”Melalui jambore ini, kita mewujudkan generasi muda yang bergerak dan berinovasi bersama untuk membangun negeri,” ungkap salah satu instruktur di sela-sela latihan PBB.
Acara ditutup dengan sesi evaluasi dan doa bersama pada tengah hari. Dengan berakhirnya jambore ini, diharapkan para peserta kembali ke gugus depan masing-masing membawa semangat baru dalam mengamalkan Dasa Darma di kehidupan sehari-hari.

Kontak Media:
Bidang Humas dan Informatika
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal
Email: [email protected]
Website: www.kwarcabtegal.or.id

